Part 1
TAHUN 1998
Seorang gadis kecil dengan memakai seragam sekolah memasuki gerbang sekolah dengan hati senang. Layaknya seorang siswa yang memasuki kesekolah barunya. Ya, itulah perasaan yang dirasakan oleh gadis kecil ini saat ini. Sebut saja namanya GADIS, sosok anak - anak yang sangat lugu yang sama sekali masih polos. Bagaimana tidak saat ini memang umurnya masih 6 tahun. :)
Layaknya anak - anak yang lainnya, gadis pada saat itu didampingi mamanya tercinta kesekolah. Namanya juga anak kelas 1 SD, memang belum berani melakukan segala sesuatunya sendiri.
Gadis sosok gadis kecil yang manis, rambutnya yang panjang selalu dikucir dua oleh mamanya setiap pagi. Gadis tidak menyangka, bahwa dihari pertama ia memasuki jenjang Sekolah Dasar disitulah dia merasakan hal yang tidak semestinya ia rasakan. Gadis seorang anak - anak biasa, yang memiliki banyak teman dan bergaul dengan siapa saja. Dia ramah, tidak sombong dan bahkan sangat disukai oleh teman - temannya. Apalagi para kaum Adam. Siapa bilang anak kecil nggak tau CINTA, siapa bilang anak kecil gak tau SAYANG. kalau ada yang bilang kayak gitu, itu semua Salah besar.
Gadis mempunyai seorang teman perempuan bisa dibilang sahabatnya, sebut saja namanya BULAN. Bulan tinggal satu komplek dengan Gadis. Oleh karena itu, sebelum mereka bertemu disatu sekolah yang sama, mereka sudah menjadi teman dekat sebelum mereka bertemu disekolah itu. Bulan sudah dianggap sahabat yang sangat baik oleh Gadis, setiap apapun yang terjadi pada dirinya, ia pasti menceritakan pada BULAN. Karena bagi Gadis, Bulan merupakan sahabat terbaik baginya. Sahabat terbaik yang pernah ia miliki.
Waktu Berlalu, setenag tahun telah dijalani dibangku dasar kelas 1. Dan Sebuah kisah klasik yang tak pernah terpikirkan oleh Gadia terjadi padanya. Seorang laki - laki, teman sekelasnya yang saat itu menjabat sebagai ketua kelasnya sebut saja namanya RESHA mulai mendekati Gadis. Mengganggu Gadis setiap saat dengan celotehannya yang membuat Gadis setiap hari tertawa, tersenyum bahagia. Ia seorang laki - laki yang tampan, hidungnya Mancung, kulitnya putih, pintar, dan dari kalangan orang berada. Gadis mana yang tidak klepek - klepek dengan laki - laki seperti itu termasuk Gadis. Resha memberikan perhatian lebih pada Gadis, yang membuat Gadis diam - diam mulai menyukainya. Itu hal pertama yang dirasakan Gadis dalam hidupnya, yaitu JATUH CINTA dan ini merupak FIRST LOVE baginya. Kalau didengar - dengar konyol sich. Anak SD ngomong jatuh cinta. Kayaknya iseng banget dech, kayak kagak mungkin gitu. Pasti semua orang pada ngolok - ngolok menganggap semuanya hanya CINTA MONYET. Hanya cinta anak SD, yang hari ini cinta dan besok pasti udah lupa. Tapi ini tidak bagi cinta seorang Gadis, apa sih yang di tau anak kecil soal cinta??
Itu juga yang awalnya dirasakan Gadis. Ia mengganggap awalnya ini hanyalah cinta anak kecil yang lagi suka - sukaan ajha dengan lawan jenisnya. Tapi siapa yang tau kalau Cinta itu gak hanya sampai disini ajha.
Itu juga yang awalnya dirasakan Gadis. Ia mengganggap awalnya ini hanyalah cinta anak kecil yang lagi suka - sukaan ajha dengan lawan jenisnya. Tapi siapa yang tau kalau Cinta itu gak hanya sampai disini ajha.
Pada saat itu Resha belum benar - benar mengatakan pada Gadis bahwa ia juga menyukai gadis itu. Namun ia sering sekali mengatakan pada teman - temannya kalau ia menyukai Gadis dari sejak awal ia melihat Gadis disekolah ini. Ya namanya juga anak SD, kalau ada teman yang suka - sukaan tuch, pasti heboh dech satu kampung,,,
Setiap hari teman - teman satu kelas mereka berdua selalu menyindir - nyindir kedekatan mereka. Gadis dan Resha hanya terseyum meliaht sindiran dan gangguan - gangguan dari teman - teman mereka. Bahkan mereka bahagia kalau diganggu seperti itu. Namanya juga memang saling suka.
Semua kisah itu terus berlanjut sampai mereka menduduki bangku kelas 2 SD. Dan mereka semakin deket ajha. Pernah suatu hari saat ada pihak puskesmas datang kesekolah mereka, biasa kan sering thu ada penyuntikan - penyuntikan yang dlakukan untuk anak - anak untuk kekebalan tubuh anak - anak terhadap virus penyakit. Dan disaat itu thu konyol banget, Resha rupanya taku banget thu sama yang namanya Jarum Suntik. Sampai dia bilang gini ne ke Gadis, "Dis, Aq takut banget sama jarum suntik,,Pokonya aq gak mau disuntik. Trus gadis menjawab, " Gak koq Sha, sama sekali gak sakit. Aq udah disuntik tadi dan rasanya cuma kayak digigit semut doang koq." Jawab Gadis menghibur Resha saat itu.
Setiap hari teman - teman satu kelas mereka berdua selalu menyindir - nyindir kedekatan mereka. Gadis dan Resha hanya terseyum meliaht sindiran dan gangguan - gangguan dari teman - teman mereka. Bahkan mereka bahagia kalau diganggu seperti itu. Namanya juga memang saling suka.
Semua kisah itu terus berlanjut sampai mereka menduduki bangku kelas 2 SD. Dan mereka semakin deket ajha. Pernah suatu hari saat ada pihak puskesmas datang kesekolah mereka, biasa kan sering thu ada penyuntikan - penyuntikan yang dlakukan untuk anak - anak untuk kekebalan tubuh anak - anak terhadap virus penyakit. Dan disaat itu thu konyol banget, Resha rupanya taku banget thu sama yang namanya Jarum Suntik. Sampai dia bilang gini ne ke Gadis, "Dis, Aq takut banget sama jarum suntik,,Pokonya aq gak mau disuntik. Trus gadis menjawab, " Gak koq Sha, sama sekali gak sakit. Aq udah disuntik tadi dan rasanya cuma kayak digigit semut doang koq." Jawab Gadis menghibur Resha saat itu.
Sampai saat giliran namanya dipanggil, Resha sampai digeret kedepan oleh guru karena gak mau disuntik saking takutnya. Resha hanya tertawa melihat tingkah cowok yang disukainya saat itu.
Ada lagi ne kekonyolan - kekonyolan Resha yang lainnya yang sangat tidak bisa ia lupakan. Pernah tuch suatu hari Resha Sakit perut, ya namanya juga anak SD. Kalau sakit perut thu diem - diem ajha, gak berani bilang sama guru kalau dia sakit perut dan pengen buang air besar. Dan ia lebih memilih buat diam dan menahan rasa sakit perutnya itu. Sampai kapan sich tahan kalau memang udah kebelet. Eh gek begitu lama kemudian mulai dech keributan terjadi keributan seisi kelas. Gimana enggak, bau nggak enak mulai tercium seantero kelas saat itu. Dan Bu guru mulai dech memeriksa satu persatu apa yang terjadi. Dan setelah mulai mencari darimana sumber datangnya bau itu. Gak taunya bau itu memang datang dari si Reisha. Dia Buang air besar dicelana... OMG, memalukan banget sich tuch cowok. Dengan seketika suasana kelas berubah dech menjadi pasar. Semua pada ngakak ngetawain si Resha, bahkan Gadis pun saat itu ikut tertawa karena saking lucunya ngeliat tampang tak berdosanya Resha. tapi itu gak mengurangi rasa cintanya koq ke cowok yang satu itu...Hehheheheheh
Ada lagi ne kekonyolan - kekonyolan Resha yang lainnya yang sangat tidak bisa ia lupakan. Pernah tuch suatu hari Resha Sakit perut, ya namanya juga anak SD. Kalau sakit perut thu diem - diem ajha, gak berani bilang sama guru kalau dia sakit perut dan pengen buang air besar. Dan ia lebih memilih buat diam dan menahan rasa sakit perutnya itu. Sampai kapan sich tahan kalau memang udah kebelet. Eh gek begitu lama kemudian mulai dech keributan terjadi keributan seisi kelas. Gimana enggak, bau nggak enak mulai tercium seantero kelas saat itu. Dan Bu guru mulai dech memeriksa satu persatu apa yang terjadi. Dan setelah mulai mencari darimana sumber datangnya bau itu. Gak taunya bau itu memang datang dari si Reisha. Dia Buang air besar dicelana... OMG, memalukan banget sich tuch cowok. Dengan seketika suasana kelas berubah dech menjadi pasar. Semua pada ngakak ngetawain si Resha, bahkan Gadis pun saat itu ikut tertawa karena saking lucunya ngeliat tampang tak berdosanya Resha. tapi itu gak mengurangi rasa cintanya koq ke cowok yang satu itu...Hehheheheheh
Pada akhir semster dikelas dua ini, kepala sekolah nyuruh kami berpakaian seragam yang rapi. Karena pada siangnya kami akan melakukan photo disalah satu studio. Photo itu diambil untuk as ohoto kami. Gadis juga kurang tau sebenarnya photo itu mau digunakan untuk apa. tapi yang jelas karena perlu makanya acara photo itu dilakukan. Kami sekelas pergi kestudio photo itu beramai - ramai dengan berjalan kaki. yang kebetulan studio photo itu letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah kami. Sesampainya disana kami diphoto, pengambilan photo dilakukan sekali dua, dengan kata lain berpasang - pasangan. Nah pada saat itu teman - teman Gadis maksa Gadis untuk photonya berdua dengan Resha, dan denag malu - malu akhirnya mereka photo berdua juga,,So sweet... hehehe
Ya mungkin hari itu hari dimana Gadis melihat dan bisa dekat dengan Resha untuk yang terakhir kalinya. Karena setelah itu Gadis tidak bisa melihat lagi senyum lelaki itu, tidak bisa lagi melihat kekonyolan - kekonyolannya. Dan bahkan tdak bisa lagi mendengar kata - kata manis dari bibirnya. :)
Resha pindah ikut dengan orang tuanya kekota, disaat mereka naik - naikkan kelas 3 SD. Dan itu merupakan perpisahan yang sangat menyedihkan Bagi Gadis. tapi ia tidak tau apakah resha juga mengangap itu juga perpisahan yang paling menyedihkan untuknya. Dua tahun perjumpaan mereka, saling dekat dan saling canda membuat Gadis tidak bisa melupakan sosok Resha. Tapi Gadis yakin, kalau memang Resha ditakdirkan untuknya, maka Allah akan membawanya kembali kepadanya....
Ya mungkin hari itu hari dimana Gadis melihat dan bisa dekat dengan Resha untuk yang terakhir kalinya. Karena setelah itu Gadis tidak bisa melihat lagi senyum lelaki itu, tidak bisa lagi melihat kekonyolan - kekonyolannya. Dan bahkan tdak bisa lagi mendengar kata - kata manis dari bibirnya. :)
Resha pindah ikut dengan orang tuanya kekota, disaat mereka naik - naikkan kelas 3 SD. Dan itu merupakan perpisahan yang sangat menyedihkan Bagi Gadis. tapi ia tidak tau apakah resha juga mengangap itu juga perpisahan yang paling menyedihkan untuknya. Dua tahun perjumpaan mereka, saling dekat dan saling canda membuat Gadis tidak bisa melupakan sosok Resha. Tapi Gadis yakin, kalau memang Resha ditakdirkan untuknya, maka Allah akan membawanya kembali kepadanya....
To Be Continued.. :)



14.51
Wiwin Yuliani (W12N)
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar